Emaar Properties perusahaan properti asal Dubai yang juga menangani Burj Dubai sebagai gedung tertinggi di dunia tetap akan menanamkan investasinya di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Nilai investasi yang ditanamkan Emaar Properties sangat besar, seperti yang dikatakan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Badrul Munir. “ Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam mengelola investasi tersebut” tambahnya.
Saat ini Pemerintah Provinsi NTB tengah menyusun rencana detail dan mengupayakan agar Emaar dapat segera beraktifitas di tahun 2010. Pernyataan Badrul menjadi secercah harapan bagi Indonesia. Sejak krisis melanda Dubai World belum lama ini, pemerintah dan pengusaha Indonesia banyak mengkhawatirkan imbasnya ke sejumlah proyek raksasa Indonesia.
Dubai World merupakan perusahaan properti raksasa milik Keemiratan Dubai itu banyak menanam investasi saham di sejumlah perusahaan Indonesia. Salah satunya ke proyek Emaar di Lombok. Emaar dan Dubai World sama-sama perusahaan raksasa asal Dubai yang saling berinteraksi.
Kekhawatiran bakal tertundanya proyek resor di Lombok diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Firmansyah Rahim.
Firmansyah telah meminta jajarannya mengecek nasib kerja sama pembangunan resor di Lombok pasca krisis Dubai World. Sebab pada proyek itu, Emaar Properties bersedia menginvetasikan 600 juta dollar AS. Mereka menjalin kerja sama dengan Bali Tourism Development Corporation. Firmansyah khawatir jika proyek ini gagal, pemerintah kesulitan mencari gantinya.